PASKAH
.co
christian
online
TOP Paskah

Yohanes 3:16 dalam 10 bahasa daerah

Pusat bahan Paskah

Langsung ke: navigasi, cari
Yohanes 3 16.jpg

Yohanes 3:16: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

klik untuk bahasa Indonesia versi lainnya

Aceh: Sabab Po teu Allah lumpah that geugaséh keu manusia lam donya nyoe, nyang kheueh Gobnyan geubri Aneuëk Gobnyan nyang tunggai, mangat tieb-tieb ureuëng nyang meuiman ubak Gobnyan hana binasa, teuma meuteumé udeb seujati dan keukai.

Bali: "Santukan kadi asapunika ageng sih pasuecan Ida Sang Hyang Widi Wasa marep ring jagate, jantos Ida maicayang Putran Idane sane tunggal, mangda asing-asing anak sane pracaya ring Ida, sampunang katiben pati, nanging molih urip langgeng.

Batak Karo: Sabab bage pengkelengi Dibata doni enda, emaka IberekenNa AnakNa Sitonggal, gelah ola bene isie pe si tek man Bana, tapi gelah dat kegeluhen si tuhu-tuhu si la erkeri-kerin.

Batak Toba: Ai songon on do holong ni roha ni Debata di portibi on, pola do Anakna na sasada i dilehon, asa unang mago ganup na porsea di Ibana, asa hangoluan na salelenglelengna di ibana.

Bugis: Nasaba makkumani Allataala namaseinna rupa tauwé ri linoéwé, angkanna Nabbéréyangngi Ana’ Tungke’na, kuwammengngi na tungke’ tau iya matepperiyéngngi dé’ nabinasa sangadinna lolongengngi atuwong tongengngé sibawa mannennungengngé.

Jawa: Awitdéné Allah anggoné ngasihi marang jagat iku nganti masrahaké Kang Putra Ontang-anting, supaya saben wong kang pracaya marang Panjenengané aja nganti nemu karusakan, nanging nduwènana urip langgeng.

Madura: Sabab Allah reya talebat raja taresnana ka manossa e dunnya reya, sampe’ marengngagi Pottrana se nonggal, sopaja pa’-sapa’a se parcaja ka Salerana ta’ sampe’a mate, tape olle odhi’ se saongguna tor langgeng.

Makasar: Nasaba’ lanri Nakamaseang duduna Allata’ala rupataua ri lino, sa’genna Napassareammo Ana’ sitau-tauNa, sollanna inai-nai tappa’ ri Ia tena nalapanra’, passangalinna lanagappai katallassang sitojennaya siagang mannannunganga.

Sunda: Karana kacida mikaasihna Allah ka alam dunya, nepi ka masihkeun Putra tunggal-Na, supaya sakur anu percaya ka Anjeunna ulah binasa, tapi meunang hirup langgeng.

kembali ke atas


Studi ayat ini melalui Alkitab SABDA

Full Life Study Bible: Ayat ini mengungkapkan isi hati dan tujuan Allah.

  1. Kasih Allah cukup luas untuk menjangkau semua orang, yaitu "dunia ini" (bd. 1Tim 2:4).
  2. Allah "mengaruniakan" Anak-Nya sebagai korban penghapus dosa di atas kayu salib. Pendamaian mengalir dari hati Allah sendiri yang penuh kasih. Korban Kristus bukan sesuatu tindakan yang terpaksa dilakukan oleh Allah (Rom 8:32; 1Yoh 4:10).
  3. Percaya (Yun. _pisteuo_) mengandung tiga unsur utama:
    1. keyakinan yang kokoh bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan satu-satunya Juruselamat umat manusia yang hilang;
    2. persekutuan yang menyangkal diri dan ketaatan kepada Kristus (bd. Yoh 15:1-10)
    3. kepercayaan penuh di dalam Kristus bahwa Ia mampu dan bersedia menuntun saudara hingga keselamatan kekal dan persekutuan dengan Allah di sorga
  4. "Binasa" merupakan kata yang sering dilupakan dalam ayat Yoh 3:16 ini. Kata ini tidak menunjuk kepada kematian jasmani, tetapi kepada hukuman kekal yang begitu mengerikan
  5. "Hidup kekal" adalah karunia yang dianugerahkan Allah kepada kita pada saat kita dilahirkan kembali. "Kekal" bukan saja mengacu kepada keabadian tetapi juga kepada kualitas kehidupan ini; suatu jenis kehidupan yang ilahi, kehidupan yang membebaskan kita dari kuasa dosa dan Iblis serta meniadakan yang duniawi di dalam diri kita supaya kita dapat mengenal Allah (bd. Yoh 8:34-36)

Komentar/Tafsiran Yohanes 3:16

Hagelberg: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Ayat ini dapat dibagi empat.

  1. Kasih Allah sebagai Sebab
  2. Anak-Nya sebagai Pemberian
  3. Iman sebagai Syarat
  4. Kehidupan, bukan kematian, sebagai Akibat

Mari kita menyelidiki keempat unsur tersebut satu per satu.

Carson mengamati suatu rantai dalam ayat 14-16, yaitu hidup kekal bagi manusia berakar dalam karya "Anak Manusia ditinggikan", yang berakar dalam kasih Allah. Orang Yahudi sudah mengerti bahwa Allah mengasihi mereka, tetapi pernyataan ini luar biasa karena mengatakan bahwa dia mengasihi dunia ini. Ini luar biasa bukan karena dunia ini besar, atau majemuk, tetapi karena dunia ini jahat. Begitu jahat dunia ini, sehingga dalam 1 Yohanes 2:15-17 orang Kristen dilarang mengasihi dunia. Larangan tersebut dan pernyataan ini tidak bertentangan, karena kasih Allah adalah kasih yang memberi, sedangkan larangan itu melarang kasih yang mau mengambil untuk dirinya sendiri.

Demikian juga tidak ada kontradiksi antara kasih Allah akan dunia ini dan hukuman yang akan dijatuhkan pada dunia. Apa yang jahat, yang seharusnya dihukum, dikasihi oleh yang Maha Kasih, karena.... Karena Dia adalah yang Maha Kasih.

Yang dikaruniakan demi keselamatan manusia disebut Anak-Nya yang Tunggal, julukan yang menekankan nilai yang amat tinggi. Dalam Kejadian 22 Abraham menyatakan kesediaannya untuk mengorbankan Anak-Nya yang tunggal, yang dia kasihi. Nampaknya peristiwa tersebut ada kaitan dengan nas ini.

Untuk memperoleh apa yang janjikan dalam ayat ini, syarat yang satu-satunya adalah iman. Kebenaran yang sama ditegaskan dalam Roma 4:5, yang berkata, "Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran." Dalam Yohanes 5:24 Tuhan Yesus juga mengatakan bahwa iman adalah syarat yang satu-satunya untuk memperoleh keselamatan. Dia berkata, "...Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup."

Akibat yang dihasilkan bukanlah kebinasaan, melainkan hidup yang kekal. Yohanes tidak menerima adanya alternatif yang ketiga, dia hanya menerima adanya dua ini, yaitu kebinasaan dan hidup yang kekal. Dalam Markus 9:48 Tuhan Yesus membahas keadaan akhir dari mereka yang binasa, "...ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam." Sedangkan hidup yang kekal tidak hanya merupakan hidup yang tak terujung. Dalam Perjanjian Baru, orang yang beroleh hidup yang kekal berpartisipasi dalam kehidupan Allah.

Bahan-bahan lain seputar Yohanes 3:16, a.l. Kamus Alkitab, Himne, Gambar, Pertanyaan-Pertanyaan, Ilustrasi Khotbah, Resources/Books

Wycliffe: Yohanes memperluas pernyataan Yesus (3:15), dengan tetap memakai kata-kata setiap orang, binasa, percaya, hidup kekal. Unsur-unsur yang ditambahkan ialah kasih Allah dan hal yang timbul karenanya yakni pengaruniaan Anak-Nya, yang dilukiskan sebagai yang tunggal. Yang dimaksudkan ialah unik, satu-satunya. Anak-anak angkat tidak menjadi anggota dari ke-Allah-an. Luasnya kasih ilahi ditekankan dengan menyebutkan bahwa obyeknya adalah (seluruh) dunia. Sekalipun kedatangan Kristus mencakup penghakiman, sebagaimana dikemukakan di sepanjang sisa bagian ini, tujuan langsung dari kedatangan tersebut, yang berlandaskan pada kasih ilahi, bukanlah penghakiman melainkan penyelamatan (3:17).

Pelajari bahasa aslinya (Yunani)